Menulis melatih keteraturan, ketekunan, dan kepatuhan terhadap aturan akademik. Buku tulis adalah alat yang relatif murah dan inklusif.

Buku tulis menjaga keadilan sosial dalam pendidikan. Melalui catatan, siswa membangun identitas sebagai “subjek yang belajar”, bukan sekadar konsumen informasi. Menulis bukan hanya merekam pikiran, tetapi membentuk pikiran itu sendiri.

Dalam epistemologi, pengetahuan sejati bukan sekadar mendengar, melainkan memahami dan mengolah. Menulis memaksa siswa melakukan refleksi, seleksi, dan strukturisasi makna.

Dengan menulis, siswa belajar bertanggung jawab atas pemahamannya sendiri. Ini sejalan dengan tujuan filsafat pendidikan: membentuk manusia yang otonom dan reflektif.

Budaya mencatat membangun sikap telaten, sabar, dan tekun, nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam banyak budaya Timur.

Bapak Presiden Prabowo ingin dan bercita-cita agar tumbuh generasi unggul melalui pendidikan. Pintu gerbang membangun peradaban Indonesia yang modern, maju, bwrmartabat, dan cinta tanah air adalah melalui pendidikan.