Berita

PAN soal Dukung Jokowi tapi Gandeng Pengkritik: Berpolitik Mesti Jaga Etika

Jakarta – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberi peringatan jangan mengaku jadi pendukung setia Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin tetapi malah menggandeng partai pengkritik. Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai koalisi pendukung pemerintahan Jokowi memberikan komentar.

“Berpolitik mesti berlandaskan pada prinsip nilai, menjaga etika, moral, dan keadaban politik. Kata dan perbuatan tidak boleh berbeda, tetapi harus seiring sejalan,” kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga kepada wartawan, Sabtu (29/10/2022).

Viva Yoga menilai jika ada koalisi partai yang berencana berkoalisi dengan partai oposisi, maka akan menjadi sikap yang membingungkan. Dia menyebut hal itu berdasar pada teori demokrasi modern.

“Suatu sikap yang membingungkan, bila diteropong dari teori demokrasi modern, jika ada koalisi partai pemerintah menjalin kerjasama atau merencanakan akan berkoalisi dengan partai di luar pemerintah (partai oposisi),” ujarnya.

Dia mengatakan sikap mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin tapi bergandengan dengan partai pengkritik akan membuat masyarakat bertanya-tanya. Dia menuturkan hal itu juga dapat membuat rancu pemikiran.

“Masyarakat tentu akan bertanya-tanya apakah ini yang dinamakan politik ambigu yang bersikap ganda dan tidak ada kaitannya dengan nilai dan fatsun politik yang menjadi penyebab terjadinya kerancuan dalam logika pemikiran,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan partai politik memiki tugas utama memberikan edukasi politik rakyat yang baik. Dia menyebut hal itu untuk meningkatkan kesadaran politik yang berkualitas.

“Tentunya sudah menjadi tugas utama dari partai politik untuk memberikan pendidikan politik rakyat yang baik dalam rangka memperkuat kelembagaan demokrasi dan peningkatan kesadaran politik rakyat secara berkualitas,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya selalu menerapkan kedisiplinan dalam berbagai aspek. Hasto memberi peringatan jangan mengaku menjadi pendukung setia Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma’ruf Amin tetapi malah menggandeng partai pengkritik.

“PDI Perjuangan sebagai partai pelopor harus memiliki disiplin berdemokrasi, disiplin teori, disiplin gerakan, dan disiplin dalam bertindak,” kata Hasto dalam perayaan Sumpah Pemuda di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta, Jumat (28/10/2022).

“Jangan ikrar terhadap disiplin, mengaku mendukung pemerintah Pak Jokowi dan kemudian Bapak Kiai Ma’ruf Amin sampai akhir tahun, tetapi bergandengan erat dengan partai-partai yang setiap hari mengkritik Pak Jokowi,” sambungnya.

Hasto mengharapkan PDIP dapat melahirkan pemuda-pemudi gemblengan yang memiliki kesadaran ideologis berdasarkan Pancasila.

“Pemuda yang memiliki kesadaran demokratik untuk meningkatkan seluruh kemampuan profesional dan jati dirinya, meningkatkan personality, meningkatkan kemampuan dalam transformasi organisasi yang dipimpinnya untuk kemajuan bagi Indonesia, tetapi pada saat bersamaan dia berdiri kokoh pada kebudayaan,” kata dia.

(dek/dek)

Sumber
news.detik.com
Komentar:
Array

Komentar menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button